Resep tradisional

Usus Anda Mungkin Memperburuk Depresi Anda

Usus Anda Mungkin Memperburuk Depresi Anda

Kecemasan dan depresi mungkin terkait dengan koneksi 'usus-otak'

Gejolak batin yang terjadi di perut Anda terkait dengan koneksi "usus-otak", yang bertanggung jawab atas kupu-kupu gugup atau perasaan cemas.

Pernahkah Anda merasakan rasa sesak di perut Anda sebelum berbicara di depan auditorium yang penuh? Atau apakah kupu-kupu sebelum sesuatu yang menarik terjadi? Emosi ini adalah pengingat hubungan fisiologis antara otak dan usus Anda. Namun, tautan ini lebih kompleks dari yang kami duga sebelumnya. Meskipun umum untuk percaya bahwa kecemasan atau depresi adalah penyebab sakit perut, para peneliti sekarang menerbitkan temuan yang menunjukkan sebaliknya - usus Anda mungkin memperburuk depresi Anda.

Koneksi 'Usus-Otak'

Gejolak batin yang terjadi di perut Anda terkait dengan koneksi "usus-otak", yang bertanggung jawab atas kupu-kupu gugup atau perasaan cemas. Sistem saraf enterik, juga dikenal sebagai "otak kecil", adalah dua lapisan tipis di sepanjang saluran pencernaan Anda, dan bertanggung jawab atas semua hal pencernaan. Ini menghasilkan enzim, menyerap atau menghilangkan nutrisi, dan membantu menelan. Lapisan ini, yang mengandung lebih dari 100 juta sel saraf, berkomunikasi langsung dengan otak Anda, dan mungkin sebenarnya bertanggung jawab atas perubahan emosi yang besar.

Penelitian baru yang dilakukan di Johns Hopkins Center for Neurogastroenterology menunjukkan bahwa alih-alih emosi memengaruhi usus kita, sebenarnya ususlah yang memengaruhi emosi kita. Menurut penelitian Dr. Jay Pasricha, “Iritasi pada sistem gastrointestinal dapat mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat yang memicu perubahan suasana hati,” dan perubahan ini mungkin menjadi alasan di balik persentase yang lebih tinggi dari pasien dengan IBS yang melaporkan peningkatan kecemasan atau depresi yang memburuk. Dengan setidaknya 30 persen orang Amerika mengembangkan beberapa bentuk IBS, temuan ini bisa menjadi penting untuk memahami dan mengobati gangguan seperti depresi. Perawatan yang digunakan untuk depresi berpotensi digunakan untuk menyembuhkan IBS dan sebaliknya.

Makanan yang harus dihindari

Menghindari makanan yang memicu gejala IBS dapat bermanfaat untuk mengurangi kecemasan Anda. Cobalah untuk menghindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein, atau fruktosa. Makanan besar dari makanan berlemak yang digoreng juga tidak membantu perut Anda. Jauhi brokoli, kubis, atau kubis Brussel, yang terkenal menyebabkan gas. Cobalah untuk tetap pada jumlah serat yang sederhana, melengkapi hidangan Anda dengan nasi merah, roti gandum utuh, dan buah-buahan kering.


Usus Sehat, Pikiran Sehat: 5 Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Anda pernah mendengar tentang makan dengan baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker tertentu, tetapi bagaimana dengan menjaga pikiran Anda? Beberapa perubahan pola makan sederhana dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Ketika kebanyakan orang berpikir untuk meningkatkan kekuatan otak mereka, mereka berpikir untuk mempelajari sesuatu yang baru atau terlibat dalam debat yang menggugah pikiran. Ternyata, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan mental Anda adalah melalui usus Anda. Seperti otak Anda, usus memiliki sistem sarafnya sendiri, yang mengirimkan informasi ke otak melalui saraf vagus. Ini membantu menjelaskan mengapa Anda mungkin merasa mual saat gugup atau stres. Sama seperti otak yang memengaruhi usus, apa yang kita masukkan ke dalam usus dapat memengaruhi fungsi otak. Berikut adalah lima makanan yang membuat pikiran tetap bekerja dengan baik.

1. Ikan Berlemak

Diet Standar Amerika sangat kekurangan asam lemak omega-3, seperti asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA), dan tinggi lemak trans dan lemak jenuh, yang telah terbukti berdampak negatif pada otak. Karena otak kita sebagian besar terdiri dari lemak dan tubuh kita tidak dapat memproduksi asam lemak esensial, kita harus bergantung pada makanan yang kaya omega-3 untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.

Dalam penelitian, makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti ikan air dingin liar (misalnya, salmon, herring, sarden, dan mackerel), rumput laut, dan ayam yang diberi biji rami dan kenari, telah terbukti mengurangi gejala skizofrenia. depresi, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, dan gangguan mental lainnya. Ini mungkin karena efek omega-3 pada produksi neurotransmiter (bahan kimia otak yang bertanggung jawab atas suasana hati kita), termasuk dopamin dan serotonin. Dengan mendukung sinapsis di otak, omega-3 juga meningkatkan pembelajaran dan memori.

2. Gandum Utuh

Sumber energi utama untuk otak adalah glukosa, yang berasal dari karbohidrat. Karbohidrat sederhana memperburuk suasana hati yang rendah dengan menciptakan lonjakan gula darah, dan telah terbukti memiliki efek pada otak yang mirip dengan penyalahgunaan obat. Sebaliknya, karbohidrat kompleks melepaskan glukosa secara perlahan, membantu kita merasa kenyang lebih lama dan menyediakan sumber bahan bakar yang stabil untuk otak dan tubuh. Sumber karbohidrat kompleks yang sehat termasuk produk gandum utuh, bulgur, oat, nasi liar, barley, kacang-kacangan, dan kedelai.

3. Protein Tanpa Lemak

Makanan yang kita makan dipecah menjadi zat yang digunakan untuk membuat neurotransmiter dan bahan kimia lain yang memungkinkan berbagai bagian sistem saraf untuk berkomunikasi secara efektif satu sama lain dan seluruh tubuh. Selain karbohidrat, protein merupakan zat yang paling melimpah di dalam tubuh. Asam amino triptofan, sebuah blok pembangun protein, mempengaruhi suasana hati dengan memproduksi neurotransmitter serotonin.

Kadang-kadang disebut Prozac alam, serotonin dikaitkan dengan depresi. Sumber protein tanpa lemak, termasuk ikan, kalkun, ayam, telur, dan kacang-kacangan, membantu menjaga keseimbangan kadar serotonin. Yang lebih penting adalah karbohidrat kompleks, yang sebenarnya memfasilitasi masuknya triptofan ke otak, mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

4. Sayuran Hijau

Popeye menyukai sesuatu dengan diet tinggi bayam. Sayuran hijau seperti bayam, romaine, lobak dan sawi, dan brokoli kaya akan asam folat, seperti bit dan lentil. Kekurangan folat, serta vitamin B lainnya, telah dikaitkan dengan tingkat depresi, kelelahan, dan insomnia yang lebih tinggi.

Brokoli juga mengandung selenium, mineral yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh kita, reproduksi dan metabolisme hormon tiroid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat selenium yang rendah berkontribusi terhadap depresi, kecemasan, dan kelelahan. Sumber selenium lainnya termasuk ayam, bawang, makanan laut, kenari dan kacang brazil, dan produk gandum utuh.

5. Yogurt dengan Kultur Aktif

Makanan fermentasi, seperti yogurt dengan kultur aktif, kefir, kimchi, tempe, dan acar sayuran tertentu, mengandung probiotik (bakteri sehat) yang telah ditunjukkan dalam penelitian untuk mengurangi kecemasan dan hormon stres dan mempengaruhi neurotransmitter GABA. Sebaliknya, makan terlalu banyak makanan olahan dapat membahayakan keseimbangan bakteri sehat dan tidak sehat di usus.

Pilihan Hari Ini Mempengaruhi Kesejahteraan Hari Esok

Pola makan modern kita sangat berbeda dari nenek moyang kita. Kita dapat menyalahkan gaya hidup yang sibuk, pembuatan makanan dan keterjangkauan makanan olahan, tetapi kebanyakan dari kita dapat membuat perubahan untuk melawan pengaruh ini misalnya, meningkatkan asupan buah dan sayuran, membatasi makanan olahan yang berasal dari tas dan kotak, dan memasak makanan. dari awal.

Sayangnya, pengaruh genetik dan lingkungan yang diturunkan oleh nenek moyang kita, meskipun jauh dari sempurna, kemungkinan lebih baik daripada yang kita wariskan kepada generasi mendatang. Sebuah badan penelitian yang muncul menunjukkan bahwa cara kita makan hari ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan kita sendiri tetapi juga anak dan cucu kita.

Nutrisi adalah kontributor utama untuk kesehatan mental yang baik, tetapi itu hanya satu bagian dari teka-teki. Perubahan pola makan tidak akan cukup untuk semua orang dan bukan pengganti bentuk pengobatan lain. Jika Anda berjuang dengan gejala gangguan kesehatan mental, bicarakan dengan terapis atau dokter keluarga Anda.


Usus Sehat, Pikiran Sehat: 5 Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Anda pernah mendengar tentang makan dengan baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker tertentu, tetapi bagaimana dengan menjaga pikiran Anda? Beberapa perubahan pola makan sederhana dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Ketika kebanyakan orang berpikir untuk meningkatkan kekuatan otak mereka, mereka berpikir untuk mempelajari sesuatu yang baru atau terlibat dalam debat yang menggugah pikiran. Ternyata, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan mental Anda adalah melalui usus Anda. Seperti otak Anda, usus memiliki sistem sarafnya sendiri, yang mengirimkan informasi ke otak melalui saraf vagus. Ini membantu menjelaskan mengapa Anda mungkin merasa mual saat gugup atau stres. Sama seperti otak yang memengaruhi usus, apa yang kita masukkan ke dalam usus dapat memengaruhi fungsi otak. Berikut adalah lima makanan yang membuat pikiran tetap bekerja dengan baik.

1. Ikan Berlemak

Diet Standar Amerika sangat kekurangan asam lemak omega-3, seperti asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA), dan tinggi lemak trans dan lemak jenuh, yang telah terbukti berdampak negatif pada otak. Karena otak kita sebagian besar terdiri dari lemak dan tubuh kita tidak dapat memproduksi asam lemak esensial, kita harus bergantung pada makanan yang kaya omega-3 untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.

Dalam penelitian, makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti ikan air dingin liar (misalnya, salmon, herring, sarden, dan mackerel), rumput laut, dan ayam yang diberi biji rami dan kenari, telah terbukti mengurangi gejala skizofrenia. depresi, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, dan gangguan mental lainnya. Ini mungkin karena efek omega-3 pada produksi neurotransmitter (bahan kimia otak yang bertanggung jawab atas suasana hati kita), termasuk dopamin dan serotonin. Dengan mendukung sinapsis di otak, omega-3 juga meningkatkan pembelajaran dan memori.

2. Gandum Utuh

Sumber energi utama untuk otak adalah glukosa, yang berasal dari karbohidrat. Karbohidrat sederhana memperburuk suasana hati yang rendah dengan menciptakan lonjakan gula darah, dan telah terbukti memiliki efek pada otak yang mirip dengan penyalahgunaan obat. Sebaliknya, karbohidrat kompleks melepaskan glukosa secara perlahan, membantu kita merasa kenyang lebih lama dan menyediakan sumber bahan bakar yang stabil untuk otak dan tubuh. Sumber karbohidrat kompleks yang sehat termasuk produk gandum utuh, bulgur, oat, nasi liar, barley, kacang-kacangan, dan kedelai.

3. Protein Tanpa Lemak

Makanan yang kita makan dipecah menjadi zat yang digunakan untuk membuat neurotransmiter dan bahan kimia lain yang memungkinkan berbagai bagian sistem saraf untuk berkomunikasi secara efektif satu sama lain dan seluruh tubuh. Selain karbohidrat, protein merupakan zat yang paling melimpah di dalam tubuh. Asam amino triptofan, sebuah blok pembangun protein, mempengaruhi suasana hati dengan memproduksi neurotransmitter serotonin.

Kadang-kadang disebut Prozac alam, serotonin dikaitkan dengan depresi. Sumber protein tanpa lemak, termasuk ikan, kalkun, ayam, telur, dan kacang-kacangan, membantu menjaga keseimbangan kadar serotonin. Yang lebih penting adalah karbohidrat kompleks, yang sebenarnya memfasilitasi masuknya triptofan ke otak, mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

4. Sayuran Hijau

Popeye menyukai sesuatu dengan diet tinggi bayam. Sayuran hijau seperti bayam, romaine, lobak dan sawi, dan brokoli kaya akan asam folat, seperti bit dan lentil. Kekurangan folat, serta vitamin B lainnya, telah dikaitkan dengan tingkat depresi, kelelahan, dan insomnia yang lebih tinggi.

Brokoli juga mengandung selenium, mineral yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh kita, reproduksi dan metabolisme hormon tiroid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat selenium yang rendah berkontribusi terhadap depresi, kecemasan, dan kelelahan. Sumber selenium lainnya termasuk ayam, bawang, makanan laut, kenari dan kacang brazil, dan produk gandum utuh.

5. Yogurt dengan Budaya Aktif

Makanan fermentasi, seperti yogurt dengan kultur aktif, kefir, kimchi, tempe, dan acar sayuran tertentu, mengandung probiotik (bakteri sehat) yang telah ditunjukkan dalam penelitian untuk mengurangi kecemasan dan hormon stres dan mempengaruhi neurotransmitter GABA. Sebaliknya, makan terlalu banyak makanan olahan dapat membahayakan keseimbangan bakteri sehat dan tidak sehat di usus.

Pilihan Hari Ini Mempengaruhi Kesejahteraan Hari Esok

Pola makan modern kita sangat berbeda dari nenek moyang kita. Kita dapat menyalahkan gaya hidup yang sibuk, pembuatan makanan dan keterjangkauan makanan olahan, tetapi kebanyakan dari kita dapat melakukan perubahan untuk melawan pengaruh ini misalnya, meningkatkan asupan buah dan sayuran, membatasi makanan olahan yang berasal dari tas dan kotak, dan memasak makanan. dari awal.

Sayangnya, pengaruh genetik dan lingkungan yang diturunkan oleh nenek moyang kita, meskipun jauh dari sempurna, kemungkinan lebih baik daripada yang kita wariskan kepada generasi mendatang. Sebuah badan penelitian yang muncul menunjukkan bahwa cara kita makan hari ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan kita sendiri tetapi juga anak dan cucu kita.

Nutrisi adalah kontributor utama untuk kesehatan mental yang baik, tetapi itu hanya satu bagian dari teka-teki. Perubahan pola makan tidak akan cukup untuk semua orang dan bukan pengganti bentuk pengobatan lain. Jika Anda berjuang dengan gejala gangguan kesehatan mental, bicarakan dengan terapis atau dokter keluarga Anda.


Usus Sehat, Pikiran Sehat: 5 Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Anda pernah mendengar tentang makan dengan baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker tertentu, tetapi bagaimana dengan menjaga pikiran Anda? Beberapa perubahan pola makan sederhana dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Ketika kebanyakan orang berpikir untuk meningkatkan kekuatan otak mereka, mereka berpikir untuk mempelajari sesuatu yang baru atau terlibat dalam debat yang menggugah pikiran. Ternyata, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan mental Anda adalah melalui usus Anda. Seperti otak Anda, usus memiliki sistem sarafnya sendiri, yang mengirimkan informasi ke otak melalui saraf vagus. Ini membantu menjelaskan mengapa Anda mungkin merasa mual saat gugup atau stres. Sama seperti otak yang memengaruhi usus, apa yang kita masukkan ke dalam usus dapat memengaruhi fungsi otak. Berikut adalah lima makanan yang membuat pikiran tetap bekerja dengan baik.

1. Ikan Berlemak

Diet Standar Amerika sangat kekurangan asam lemak omega-3, seperti asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA), dan tinggi lemak trans dan lemak jenuh, yang telah terbukti berdampak negatif pada otak. Karena otak kita sebagian besar terdiri dari lemak dan tubuh kita tidak dapat memproduksi asam lemak esensial, kita harus bergantung pada makanan yang kaya omega-3 untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.

Dalam penelitian, makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti ikan air dingin liar (misalnya, salmon, herring, sarden, dan mackerel), rumput laut, dan ayam yang diberi biji rami dan kenari, telah terbukti mengurangi gejala skizofrenia. depresi, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, dan gangguan mental lainnya. Ini mungkin karena efek omega-3 pada produksi neurotransmitter (bahan kimia otak yang bertanggung jawab atas suasana hati kita), termasuk dopamin dan serotonin. Dengan mendukung sinapsis di otak, omega-3 juga meningkatkan pembelajaran dan memori.

2. Gandum Utuh

Sumber energi utama untuk otak adalah glukosa, yang berasal dari karbohidrat. Karbohidrat sederhana memperburuk suasana hati yang rendah dengan menciptakan lonjakan gula darah, dan telah terbukti memiliki efek pada otak yang mirip dengan penyalahgunaan obat. Sebaliknya, karbohidrat kompleks melepaskan glukosa secara perlahan, membantu kita merasa kenyang lebih lama dan menyediakan sumber bahan bakar yang stabil untuk otak dan tubuh. Sumber karbohidrat kompleks yang sehat termasuk produk gandum utuh, bulgur, oat, nasi liar, barley, kacang-kacangan, dan kedelai.

3. Protein Tanpa Lemak

Makanan yang kita makan dipecah menjadi zat yang digunakan untuk membuat neurotransmiter dan bahan kimia lain yang memungkinkan berbagai bagian sistem saraf untuk berkomunikasi secara efektif satu sama lain dan seluruh tubuh. Selain karbohidrat, protein merupakan zat yang paling melimpah di dalam tubuh. Asam amino triptofan, sebuah blok pembangun protein, mempengaruhi suasana hati dengan memproduksi neurotransmitter serotonin.

Kadang-kadang disebut Prozac alam, serotonin dikaitkan dengan depresi. Sumber protein tanpa lemak, termasuk ikan, kalkun, ayam, telur, dan kacang-kacangan, membantu menjaga keseimbangan kadar serotonin. Yang lebih penting adalah karbohidrat kompleks, yang sebenarnya memfasilitasi masuknya triptofan ke otak, mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

4. Sayuran Hijau

Popeye menyukai sesuatu dengan diet tinggi bayam. Sayuran hijau seperti bayam, romaine, lobak dan sawi, dan brokoli kaya akan asam folat, seperti bit dan lentil. Kekurangan folat, serta vitamin B lainnya, telah dikaitkan dengan tingkat depresi, kelelahan, dan insomnia yang lebih tinggi.

Brokoli juga mengandung selenium, mineral yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh kita, reproduksi dan metabolisme hormon tiroid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat selenium yang rendah berkontribusi terhadap depresi, kecemasan, dan kelelahan. Sumber selenium lainnya termasuk ayam, bawang, makanan laut, kenari dan kacang brazil, dan produk gandum utuh.

5. Yogurt dengan Kultur Aktif

Makanan fermentasi, seperti yogurt dengan kultur aktif, kefir, kimchi, tempe, dan acar sayuran tertentu, mengandung probiotik (bakteri sehat) yang telah ditunjukkan dalam penelitian untuk mengurangi kecemasan dan hormon stres dan mempengaruhi neurotransmitter GABA. Sebaliknya, makan terlalu banyak makanan olahan dapat membahayakan keseimbangan bakteri sehat dan tidak sehat di usus.

Pilihan Hari Ini Mempengaruhi Kesejahteraan Hari Esok

Pola makan modern kita sangat berbeda dari nenek moyang kita. Kita dapat menyalahkan gaya hidup yang sibuk, pembuatan makanan dan keterjangkauan makanan olahan, tetapi kebanyakan dari kita dapat melakukan perubahan untuk melawan pengaruh ini misalnya, meningkatkan asupan buah dan sayuran, membatasi makanan olahan yang berasal dari tas dan kotak, dan memasak makanan. dari awal.

Sayangnya, pengaruh genetik dan lingkungan yang diturunkan oleh nenek moyang kita, meskipun jauh dari sempurna, kemungkinan lebih baik daripada yang kita wariskan kepada generasi mendatang. Sebuah badan penelitian yang muncul menunjukkan bahwa cara kita makan hari ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan kita sendiri tetapi juga anak dan cucu kita.

Nutrisi adalah kontributor utama untuk kesehatan mental yang baik, tetapi itu hanya satu bagian dari teka-teki. Perubahan pola makan tidak akan cukup untuk semua orang dan bukan pengganti bentuk pengobatan lain. Jika Anda berjuang dengan gejala gangguan kesehatan mental, bicarakan dengan terapis atau dokter keluarga Anda.


Usus Sehat, Pikiran Sehat: 5 Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Anda pernah mendengar tentang makan dengan baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker tertentu, tetapi bagaimana dengan menjaga pikiran Anda? Beberapa perubahan pola makan sederhana dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Ketika kebanyakan orang berpikir untuk meningkatkan kekuatan otak mereka, mereka berpikir untuk mempelajari sesuatu yang baru atau terlibat dalam debat yang menggugah pikiran. Ternyata, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan mental Anda adalah melalui usus Anda. Seperti otak Anda, usus memiliki sistem sarafnya sendiri, yang mengirimkan informasi ke otak melalui saraf vagus. Ini membantu menjelaskan mengapa Anda mungkin merasa mual saat gugup atau stres. Sama seperti otak yang memengaruhi usus, apa yang kita masukkan ke dalam usus dapat memengaruhi fungsi otak. Berikut adalah lima makanan yang membuat pikiran tetap bekerja dengan baik.

1. Ikan Berlemak

Diet Standar Amerika sangat kekurangan asam lemak omega-3, seperti asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA), dan tinggi lemak trans dan lemak jenuh, yang telah terbukti berdampak negatif pada otak. Karena otak kita sebagian besar terdiri dari lemak dan tubuh kita tidak dapat memproduksi asam lemak esensial, kita harus bergantung pada makanan yang kaya omega-3 untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.

Dalam penelitian, makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti ikan air dingin liar (misalnya, salmon, herring, sarden, dan mackerel), rumput laut, dan ayam yang diberi biji rami dan kenari, telah terbukti mengurangi gejala skizofrenia. depresi, gangguan perhatian defisit hiperaktif, dan gangguan mental lainnya. Ini mungkin karena efek omega-3 pada produksi neurotransmiter (bahan kimia otak yang bertanggung jawab atas suasana hati kita), termasuk dopamin dan serotonin. Dengan mendukung sinapsis di otak, omega-3 juga meningkatkan pembelajaran dan memori.

2. Gandum Utuh

Sumber energi utama untuk otak adalah glukosa, yang berasal dari karbohidrat. Karbohidrat sederhana memperburuk suasana hati yang rendah dengan menciptakan lonjakan gula darah, dan telah terbukti memiliki efek pada otak yang mirip dengan penyalahgunaan obat. Sebaliknya, karbohidrat kompleks melepaskan glukosa secara perlahan, membantu kita merasa kenyang lebih lama dan menyediakan sumber bahan bakar yang stabil untuk otak dan tubuh. Sumber karbohidrat kompleks yang sehat termasuk produk gandum utuh, bulgur, oat, nasi liar, barley, kacang-kacangan, dan kedelai.

3. Protein Tanpa Lemak

Makanan yang kita makan dipecah menjadi zat yang digunakan untuk membuat neurotransmiter dan bahan kimia lain yang memungkinkan berbagai bagian sistem saraf untuk berkomunikasi secara efektif satu sama lain dan seluruh tubuh. Selain karbohidrat, protein merupakan zat yang paling melimpah di dalam tubuh. Asam amino triptofan, sebuah blok pembangun protein, mempengaruhi suasana hati dengan memproduksi neurotransmitter serotonin.

Kadang-kadang disebut Prozac alam, serotonin dikaitkan dengan depresi. Sumber protein tanpa lemak, termasuk ikan, kalkun, ayam, telur, dan kacang-kacangan, membantu menjaga keseimbangan kadar serotonin. Yang lebih penting adalah karbohidrat kompleks, yang sebenarnya memfasilitasi masuknya triptofan ke otak, mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

4. Sayuran Hijau

Popeye menyukai sesuatu dengan diet tinggi bayam. Sayuran hijau seperti bayam, romaine, lobak dan sawi, dan brokoli kaya akan asam folat, seperti bit dan lentil. Kekurangan folat, serta vitamin B lainnya, telah dikaitkan dengan tingkat depresi, kelelahan, dan insomnia yang lebih tinggi.

Brokoli juga mengandung selenium, mineral yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh kita, reproduksi dan metabolisme hormon tiroid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat selenium yang rendah berkontribusi terhadap depresi, kecemasan, dan kelelahan. Sumber selenium lainnya termasuk ayam, bawang, makanan laut, kenari dan kacang brazil, dan produk gandum utuh.

5. Yogurt dengan Budaya Aktif

Makanan fermentasi, seperti yogurt dengan kultur aktif, kefir, kimchi, tempe, dan acar sayuran tertentu, mengandung probiotik (bakteri sehat) yang telah ditunjukkan dalam penelitian untuk mengurangi kecemasan dan hormon stres dan mempengaruhi neurotransmitter GABA. Sebaliknya, makan terlalu banyak makanan olahan dapat membahayakan keseimbangan bakteri sehat dan tidak sehat di usus.

Pilihan Hari Ini Mempengaruhi Kesejahteraan Hari Esok

Pola makan modern kita sangat berbeda dari nenek moyang kita. Kita dapat menyalahkan gaya hidup yang sibuk, pembuatan makanan dan keterjangkauan makanan olahan, tetapi kebanyakan dari kita dapat melakukan perubahan untuk melawan pengaruh ini misalnya, meningkatkan asupan buah dan sayuran, membatasi makanan olahan yang berasal dari tas dan kotak, dan memasak makanan. dari awal.

Sayangnya, pengaruh genetik dan lingkungan yang diturunkan oleh nenek moyang kita, meskipun jauh dari sempurna, kemungkinan lebih baik daripada yang kita wariskan kepada generasi mendatang. Sebuah badan penelitian yang muncul menunjukkan bahwa cara kita makan hari ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan kita sendiri tetapi juga anak dan cucu kita.

Nutrisi adalah kontributor utama untuk kesehatan mental yang baik, tetapi itu hanya satu bagian dari teka-teki. Perubahan pola makan tidak akan cukup untuk semua orang dan bukan pengganti bentuk pengobatan lain. Jika Anda berjuang dengan gejala gangguan kesehatan mental, bicarakan dengan terapis atau dokter keluarga Anda.


Usus Sehat, Pikiran Sehat: 5 Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Anda pernah mendengar tentang makan dengan baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker tertentu, tetapi bagaimana dengan menjaga pikiran Anda? Beberapa perubahan pola makan sederhana dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Ketika kebanyakan orang berpikir untuk meningkatkan kekuatan otak mereka, mereka berpikir untuk mempelajari sesuatu yang baru atau terlibat dalam debat yang menggugah pikiran. Ternyata, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan mental Anda adalah melalui usus Anda. Seperti otak Anda, usus memiliki sistem sarafnya sendiri, yang mengirimkan informasi ke otak melalui saraf vagus. Ini membantu menjelaskan mengapa Anda mungkin merasa mual saat gugup atau stres. Sama seperti otak yang memengaruhi usus, apa yang kita masukkan ke dalam usus dapat memengaruhi fungsi otak. Berikut adalah lima makanan yang membuat pikiran tetap bekerja dengan baik.

1. Ikan Berlemak

Diet Standar Amerika sangat kekurangan asam lemak omega-3, seperti asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA), dan tinggi lemak trans dan lemak jenuh, yang telah terbukti berdampak negatif pada otak. Karena otak kita sebagian besar terdiri dari lemak dan tubuh kita tidak dapat memproduksi asam lemak esensial, kita harus bergantung pada makanan yang kaya omega-3 untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.

Dalam penelitian, makanan tinggi asam lemak omega-3, seperti ikan air dingin liar (misalnya, salmon, herring, sarden, dan mackerel), rumput laut, dan ayam yang diberi biji rami dan kenari, telah terbukti mengurangi gejala skizofrenia. depresi, gangguan perhatian defisit hiperaktif, dan gangguan mental lainnya. Ini mungkin karena efek omega-3 pada produksi neurotransmiter (bahan kimia otak yang bertanggung jawab atas suasana hati kita), termasuk dopamin dan serotonin. Dengan mendukung sinapsis di otak, omega-3 juga meningkatkan pembelajaran dan memori.

2. Gandum Utuh

Sumber energi utama untuk otak adalah glukosa, yang berasal dari karbohidrat. Karbohidrat sederhana memperburuk suasana hati yang rendah dengan menciptakan lonjakan gula darah, dan telah terbukti memiliki efek pada otak yang mirip dengan penyalahgunaan obat. Sebaliknya, karbohidrat kompleks melepaskan glukosa secara perlahan, membantu kita merasa kenyang lebih lama dan menyediakan sumber bahan bakar yang stabil untuk otak dan tubuh. Sumber karbohidrat kompleks yang sehat termasuk produk gandum utuh, bulgur, oat, nasi liar, barley, kacang-kacangan, dan kedelai.

3. Protein Tanpa Lemak

Makanan yang kita makan dipecah menjadi zat yang digunakan untuk membuat neurotransmiter dan bahan kimia lain yang memungkinkan berbagai bagian sistem saraf untuk berkomunikasi secara efektif satu sama lain dan seluruh tubuh. Selain karbohidrat, protein merupakan zat yang paling melimpah di dalam tubuh. Asam amino triptofan, sebuah blok pembangun protein, mempengaruhi suasana hati dengan memproduksi neurotransmitter serotonin.

Kadang-kadang disebut Prozac alam, serotonin dikaitkan dengan depresi. Sumber protein tanpa lemak, termasuk ikan, kalkun, ayam, telur, dan kacang-kacangan, membantu menjaga keseimbangan kadar serotonin. Yang lebih penting adalah karbohidrat kompleks, yang sebenarnya memfasilitasi masuknya triptofan ke otak, mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan fungsi kognitif secara keseluruhan.

4. Sayuran Hijau

Popeye menyukai sesuatu dengan diet tinggi bayam. Sayuran hijau seperti bayam, romaine, lobak dan sawi, dan brokoli kaya akan asam folat, seperti bit dan lentil. Kekurangan folat, serta vitamin B lainnya, telah dikaitkan dengan tingkat depresi, kelelahan, dan insomnia yang lebih tinggi.

Brokoli juga mengandung selenium, mineral yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh kita, reproduksi dan metabolisme hormon tiroid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat selenium yang rendah berkontribusi terhadap depresi, kecemasan, dan kelelahan. Sumber selenium lainnya termasuk ayam, bawang, makanan laut, kenari dan kacang brazil, dan produk gandum utuh.

5. Yogurt dengan Kultur Aktif

Makanan fermentasi, seperti yogurt dengan kultur aktif, kefir, kimchi, tempe, dan acar sayuran tertentu, mengandung probiotik (bakteri sehat) yang telah ditunjukkan dalam penelitian untuk mengurangi kecemasan dan hormon stres dan mempengaruhi neurotransmitter GABA. Sebaliknya, makan terlalu banyak makanan olahan dapat membahayakan keseimbangan bakteri sehat dan tidak sehat di usus.

Pilihan Hari Ini Mempengaruhi Kesejahteraan Hari Esok

Pola makan modern kita sangat berbeda dari nenek moyang kita. Kita dapat menyalahkan gaya hidup yang sibuk, pembuatan makanan dan keterjangkauan makanan olahan, tetapi kebanyakan dari kita dapat membuat perubahan untuk melawan pengaruh ini misalnya, meningkatkan asupan buah dan sayuran, membatasi makanan olahan yang berasal dari tas dan kotak, dan memasak makanan. dari awal.

Sayangnya, pengaruh genetik dan lingkungan yang diturunkan oleh nenek moyang kita, meskipun jauh dari sempurna, kemungkinan lebih baik daripada yang kita wariskan kepada generasi mendatang. Sebuah badan penelitian yang muncul menunjukkan bahwa cara kita makan hari ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan kita sendiri tetapi juga anak dan cucu kita.

Nutrisi adalah kontributor utama untuk kesehatan mental yang baik, tetapi itu hanya satu bagian dari teka-teki. Perubahan pola makan tidak akan cukup untuk semua orang dan bukan pengganti bentuk pengobatan lain. Jika Anda berjuang dengan gejala gangguan kesehatan mental, bicarakan dengan terapis atau dokter keluarga Anda.


Usus Sehat, Pikiran Sehat: 5 Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Anda pernah mendengar tentang makan dengan baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker tertentu, tetapi bagaimana dengan menjaga pikiran Anda? Beberapa perubahan pola makan sederhana dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Ketika kebanyakan orang berpikir untuk meningkatkan kekuatan otak mereka, mereka berpikir untuk mempelajari sesuatu yang baru atau terlibat dalam debat yang menggugah pikiran. Ternyata, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan mental Anda adalah melalui usus Anda. Seperti otak Anda, usus memiliki sistem sarafnya sendiri, yang mengirimkan informasi ke otak melalui saraf vagus. Ini membantu menjelaskan mengapa Anda mungkin merasa mual saat gugup atau stres. Sama seperti otak yang memengaruhi usus, apa yang kita masukkan ke dalam usus dapat memengaruhi fungsi otak. Berikut adalah lima makanan yang membuat pikiran tetap bekerja dengan baik.

1. Ikan Berlemak

The Standard American Diet is sorely deficient in omega-3 fatty acids, such as docosahexaenoic acid (DHA) and eicosapentaenoic acid (EPA), and high in trans fats and saturated fats, which have been shown to negatively affect the brain. Since our brains are made up largely of fat and our bodies cannot manufacture essential fatty acids, we have to rely on a diet rich in omega-3s to meet our daily needs.

In studies, foods high in omega-3 fatty acids, such as wild cold water fish (e.g., salmon, herring, sardines, and mackerel), seaweed, and chicken fed on flaxseed and walnuts, have been shown to reduce symptoms of schizophrenia, depression, attention deficit hyperactivity disorder, and other mental disorders. This is likely because of the effect omega-3s have on the production of neurotransmitters (brain chemicals responsible for our moods), including dopamine and serotonin. By supporting the synapses in the brain, omega-3s also boost learning and memory.

2. Whole Grains

The primary source of energy for the brain is glucose, which comes from carbohydrates. Simple carbohydrates exacerbate low mood by creating spikes in blood sugar, and have been shown to have effects on the brain similar to drugs of abuse. By contrast, complex carbs release glucose slowly, helping us feel full longer and providing a steady source of fuel for the brain and body. Healthy sources of complex carbohydrates include whole-wheat products, bulgur, oats, wild rice, barley, beans, and soy.

3. Lean Protein

The foods we eat are broken down into substances that are used to make neurotransmitters and other chemicals that allow different parts of the nervous system to communicate effectively with each other and the rest of the body. Next to carbohydrates, protein is the most abundant substance in the body. The amino acid tryptophan, a building block of protein, influences mood by producing the neurotransmitter serotonin.

Sometimes called nature’s Prozac, serotonin is associated with depression. Lean protein sources, including fish, turkey, chicken, eggs, and beans, help keep serotonin levels balanced. Even more important are complex carbohydrates, which actually facilitate the entry of tryptophan into the brain, reducing the symptoms of depression and anxiety and improving overall cognitive functioning.

4. Leafy Greens

Popeye was on to something with a diet high in spinach. Leafy greens such as spinach, romaine, turnip and mustard greens, and broccoli are high in folic acid, as are beets and lentils. Deficiencies in folate, as well as other B vitamins, have been linked with higher rates of depression, fatigue, and insomnia.

Broccoli also contains selenium, a trace mineral that plays an important role in our immune system functioning, reproduction and thyroid hormone metabolism. Some studies suggest that low levels of selenium contribute to depression, anxiety, and fatigue. Other sources of selenium include chicken, onions, seafood, walnuts and brazil nuts, and whole-grain products.

5. Yogurt with Active Cultures

Fermented foods, such as yogurt with active cultures, kefir, kimchi, tempeh, and certain pickled vegetables, contain probiotics (healthy bacteria) that have been shown in studies to reduce anxiety and stress hormones and affect the neurotransmitter GABA. By contrast, eating too many processed foods may compromise the delicate balance of healthy and unhealthy bacteria in the gut.

Today’s Choices Affect Tomorrow’s Welfare

Our modern diet is significantly different from that of our ancestors. We can blame busy lifestyles, food manufacturing and the affordability of processed foods, but most of us can make changes to counteract these influences for example, increasing our intake of fruits and vegetables, limiting processed foods that come from bags and boxes, and cooking meals from scratch.

Sadly, the genetic and environmental influences passed down by our ancestors, though far from perfect, were likely better than the ones we’re passing on to future generations. An emerging body of research is showing that the way we eat today not only affects our own health but also that of our children and grandchildren.

Nutrition is a key contributor to good mental health, but it’s just one piece of the puzzle. Dietary changes won’t be sufficient for everyone and are not a substitute for other forms of treatment. If you’re struggling with symptoms of a mental health disorder, talk to a therapist or your family physician.


Healthy Gut, Healthy Mind: 5 Foods to Improve Mental Health

You’ve heard of eating well to improve heart health and reduce the risk of diabetes, high blood pressure, and certain cancers, but what about taking care of your mind? A few simple dietary changes may boost cognitive function and reduce symptoms of depression, anxiety, and other mental health disorders.

When most people think of boosting their brainpower, they think of learning something new or engaging in thought-provoking debate. As it turns out, one of the best ways to improve your mental health is through your gut. Like your brain, the gut has its own nervous system, which sends information to the brain via the vagus nerve. This helps explain why you might feel queasy when you’re nervous or stressed. Just as the brain impacts the gut, what we put in our gut can impact the functioning of the brain. Here are five foods that keep the mind working at its best.

1. Fatty Fish

The Standard American Diet is sorely deficient in omega-3 fatty acids, such as docosahexaenoic acid (DHA) and eicosapentaenoic acid (EPA), and high in trans fats and saturated fats, which have been shown to negatively affect the brain. Since our brains are made up largely of fat and our bodies cannot manufacture essential fatty acids, we have to rely on a diet rich in omega-3s to meet our daily needs.

In studies, foods high in omega-3 fatty acids, such as wild cold water fish (e.g., salmon, herring, sardines, and mackerel), seaweed, and chicken fed on flaxseed and walnuts, have been shown to reduce symptoms of schizophrenia, depression, attention deficit hyperactivity disorder, and other mental disorders. This is likely because of the effect omega-3s have on the production of neurotransmitters (brain chemicals responsible for our moods), including dopamine and serotonin. By supporting the synapses in the brain, omega-3s also boost learning and memory.

2. Whole Grains

The primary source of energy for the brain is glucose, which comes from carbohydrates. Simple carbohydrates exacerbate low mood by creating spikes in blood sugar, and have been shown to have effects on the brain similar to drugs of abuse. By contrast, complex carbs release glucose slowly, helping us feel full longer and providing a steady source of fuel for the brain and body. Healthy sources of complex carbohydrates include whole-wheat products, bulgur, oats, wild rice, barley, beans, and soy.

3. Lean Protein

The foods we eat are broken down into substances that are used to make neurotransmitters and other chemicals that allow different parts of the nervous system to communicate effectively with each other and the rest of the body. Next to carbohydrates, protein is the most abundant substance in the body. The amino acid tryptophan, a building block of protein, influences mood by producing the neurotransmitter serotonin.

Sometimes called nature’s Prozac, serotonin is associated with depression. Lean protein sources, including fish, turkey, chicken, eggs, and beans, help keep serotonin levels balanced. Even more important are complex carbohydrates, which actually facilitate the entry of tryptophan into the brain, reducing the symptoms of depression and anxiety and improving overall cognitive functioning.

4. Leafy Greens

Popeye was on to something with a diet high in spinach. Leafy greens such as spinach, romaine, turnip and mustard greens, and broccoli are high in folic acid, as are beets and lentils. Deficiencies in folate, as well as other B vitamins, have been linked with higher rates of depression, fatigue, and insomnia.

Broccoli also contains selenium, a trace mineral that plays an important role in our immune system functioning, reproduction and thyroid hormone metabolism. Some studies suggest that low levels of selenium contribute to depression, anxiety, and fatigue. Other sources of selenium include chicken, onions, seafood, walnuts and brazil nuts, and whole-grain products.

5. Yogurt with Active Cultures

Fermented foods, such as yogurt with active cultures, kefir, kimchi, tempeh, and certain pickled vegetables, contain probiotics (healthy bacteria) that have been shown in studies to reduce anxiety and stress hormones and affect the neurotransmitter GABA. By contrast, eating too many processed foods may compromise the delicate balance of healthy and unhealthy bacteria in the gut.

Today’s Choices Affect Tomorrow’s Welfare

Our modern diet is significantly different from that of our ancestors. We can blame busy lifestyles, food manufacturing and the affordability of processed foods, but most of us can make changes to counteract these influences for example, increasing our intake of fruits and vegetables, limiting processed foods that come from bags and boxes, and cooking meals from scratch.

Sadly, the genetic and environmental influences passed down by our ancestors, though far from perfect, were likely better than the ones we’re passing on to future generations. An emerging body of research is showing that the way we eat today not only affects our own health but also that of our children and grandchildren.

Nutrition is a key contributor to good mental health, but it’s just one piece of the puzzle. Dietary changes won’t be sufficient for everyone and are not a substitute for other forms of treatment. If you’re struggling with symptoms of a mental health disorder, talk to a therapist or your family physician.


Healthy Gut, Healthy Mind: 5 Foods to Improve Mental Health

You’ve heard of eating well to improve heart health and reduce the risk of diabetes, high blood pressure, and certain cancers, but what about taking care of your mind? A few simple dietary changes may boost cognitive function and reduce symptoms of depression, anxiety, and other mental health disorders.

When most people think of boosting their brainpower, they think of learning something new or engaging in thought-provoking debate. As it turns out, one of the best ways to improve your mental health is through your gut. Like your brain, the gut has its own nervous system, which sends information to the brain via the vagus nerve. This helps explain why you might feel queasy when you’re nervous or stressed. Just as the brain impacts the gut, what we put in our gut can impact the functioning of the brain. Here are five foods that keep the mind working at its best.

1. Fatty Fish

The Standard American Diet is sorely deficient in omega-3 fatty acids, such as docosahexaenoic acid (DHA) and eicosapentaenoic acid (EPA), and high in trans fats and saturated fats, which have been shown to negatively affect the brain. Since our brains are made up largely of fat and our bodies cannot manufacture essential fatty acids, we have to rely on a diet rich in omega-3s to meet our daily needs.

In studies, foods high in omega-3 fatty acids, such as wild cold water fish (e.g., salmon, herring, sardines, and mackerel), seaweed, and chicken fed on flaxseed and walnuts, have been shown to reduce symptoms of schizophrenia, depression, attention deficit hyperactivity disorder, and other mental disorders. This is likely because of the effect omega-3s have on the production of neurotransmitters (brain chemicals responsible for our moods), including dopamine and serotonin. By supporting the synapses in the brain, omega-3s also boost learning and memory.

2. Whole Grains

The primary source of energy for the brain is glucose, which comes from carbohydrates. Simple carbohydrates exacerbate low mood by creating spikes in blood sugar, and have been shown to have effects on the brain similar to drugs of abuse. By contrast, complex carbs release glucose slowly, helping us feel full longer and providing a steady source of fuel for the brain and body. Healthy sources of complex carbohydrates include whole-wheat products, bulgur, oats, wild rice, barley, beans, and soy.

3. Lean Protein

The foods we eat are broken down into substances that are used to make neurotransmitters and other chemicals that allow different parts of the nervous system to communicate effectively with each other and the rest of the body. Next to carbohydrates, protein is the most abundant substance in the body. The amino acid tryptophan, a building block of protein, influences mood by producing the neurotransmitter serotonin.

Sometimes called nature’s Prozac, serotonin is associated with depression. Lean protein sources, including fish, turkey, chicken, eggs, and beans, help keep serotonin levels balanced. Even more important are complex carbohydrates, which actually facilitate the entry of tryptophan into the brain, reducing the symptoms of depression and anxiety and improving overall cognitive functioning.

4. Leafy Greens

Popeye was on to something with a diet high in spinach. Leafy greens such as spinach, romaine, turnip and mustard greens, and broccoli are high in folic acid, as are beets and lentils. Deficiencies in folate, as well as other B vitamins, have been linked with higher rates of depression, fatigue, and insomnia.

Broccoli also contains selenium, a trace mineral that plays an important role in our immune system functioning, reproduction and thyroid hormone metabolism. Some studies suggest that low levels of selenium contribute to depression, anxiety, and fatigue. Other sources of selenium include chicken, onions, seafood, walnuts and brazil nuts, and whole-grain products.

5. Yogurt with Active Cultures

Fermented foods, such as yogurt with active cultures, kefir, kimchi, tempeh, and certain pickled vegetables, contain probiotics (healthy bacteria) that have been shown in studies to reduce anxiety and stress hormones and affect the neurotransmitter GABA. By contrast, eating too many processed foods may compromise the delicate balance of healthy and unhealthy bacteria in the gut.

Today’s Choices Affect Tomorrow’s Welfare

Our modern diet is significantly different from that of our ancestors. We can blame busy lifestyles, food manufacturing and the affordability of processed foods, but most of us can make changes to counteract these influences for example, increasing our intake of fruits and vegetables, limiting processed foods that come from bags and boxes, and cooking meals from scratch.

Sadly, the genetic and environmental influences passed down by our ancestors, though far from perfect, were likely better than the ones we’re passing on to future generations. An emerging body of research is showing that the way we eat today not only affects our own health but also that of our children and grandchildren.

Nutrition is a key contributor to good mental health, but it’s just one piece of the puzzle. Dietary changes won’t be sufficient for everyone and are not a substitute for other forms of treatment. If you’re struggling with symptoms of a mental health disorder, talk to a therapist or your family physician.


Healthy Gut, Healthy Mind: 5 Foods to Improve Mental Health

You’ve heard of eating well to improve heart health and reduce the risk of diabetes, high blood pressure, and certain cancers, but what about taking care of your mind? A few simple dietary changes may boost cognitive function and reduce symptoms of depression, anxiety, and other mental health disorders.

When most people think of boosting their brainpower, they think of learning something new or engaging in thought-provoking debate. As it turns out, one of the best ways to improve your mental health is through your gut. Like your brain, the gut has its own nervous system, which sends information to the brain via the vagus nerve. This helps explain why you might feel queasy when you’re nervous or stressed. Just as the brain impacts the gut, what we put in our gut can impact the functioning of the brain. Here are five foods that keep the mind working at its best.

1. Fatty Fish

The Standard American Diet is sorely deficient in omega-3 fatty acids, such as docosahexaenoic acid (DHA) and eicosapentaenoic acid (EPA), and high in trans fats and saturated fats, which have been shown to negatively affect the brain. Since our brains are made up largely of fat and our bodies cannot manufacture essential fatty acids, we have to rely on a diet rich in omega-3s to meet our daily needs.

In studies, foods high in omega-3 fatty acids, such as wild cold water fish (e.g., salmon, herring, sardines, and mackerel), seaweed, and chicken fed on flaxseed and walnuts, have been shown to reduce symptoms of schizophrenia, depression, attention deficit hyperactivity disorder, and other mental disorders. This is likely because of the effect omega-3s have on the production of neurotransmitters (brain chemicals responsible for our moods), including dopamine and serotonin. By supporting the synapses in the brain, omega-3s also boost learning and memory.

2. Whole Grains

The primary source of energy for the brain is glucose, which comes from carbohydrates. Simple carbohydrates exacerbate low mood by creating spikes in blood sugar, and have been shown to have effects on the brain similar to drugs of abuse. By contrast, complex carbs release glucose slowly, helping us feel full longer and providing a steady source of fuel for the brain and body. Healthy sources of complex carbohydrates include whole-wheat products, bulgur, oats, wild rice, barley, beans, and soy.

3. Lean Protein

The foods we eat are broken down into substances that are used to make neurotransmitters and other chemicals that allow different parts of the nervous system to communicate effectively with each other and the rest of the body. Next to carbohydrates, protein is the most abundant substance in the body. The amino acid tryptophan, a building block of protein, influences mood by producing the neurotransmitter serotonin.

Sometimes called nature’s Prozac, serotonin is associated with depression. Lean protein sources, including fish, turkey, chicken, eggs, and beans, help keep serotonin levels balanced. Even more important are complex carbohydrates, which actually facilitate the entry of tryptophan into the brain, reducing the symptoms of depression and anxiety and improving overall cognitive functioning.

4. Leafy Greens

Popeye was on to something with a diet high in spinach. Leafy greens such as spinach, romaine, turnip and mustard greens, and broccoli are high in folic acid, as are beets and lentils. Deficiencies in folate, as well as other B vitamins, have been linked with higher rates of depression, fatigue, and insomnia.

Broccoli also contains selenium, a trace mineral that plays an important role in our immune system functioning, reproduction and thyroid hormone metabolism. Some studies suggest that low levels of selenium contribute to depression, anxiety, and fatigue. Other sources of selenium include chicken, onions, seafood, walnuts and brazil nuts, and whole-grain products.

5. Yogurt with Active Cultures

Fermented foods, such as yogurt with active cultures, kefir, kimchi, tempeh, and certain pickled vegetables, contain probiotics (healthy bacteria) that have been shown in studies to reduce anxiety and stress hormones and affect the neurotransmitter GABA. By contrast, eating too many processed foods may compromise the delicate balance of healthy and unhealthy bacteria in the gut.

Today’s Choices Affect Tomorrow’s Welfare

Our modern diet is significantly different from that of our ancestors. We can blame busy lifestyles, food manufacturing and the affordability of processed foods, but most of us can make changes to counteract these influences for example, increasing our intake of fruits and vegetables, limiting processed foods that come from bags and boxes, and cooking meals from scratch.

Sadly, the genetic and environmental influences passed down by our ancestors, though far from perfect, were likely better than the ones we’re passing on to future generations. An emerging body of research is showing that the way we eat today not only affects our own health but also that of our children and grandchildren.

Nutrition is a key contributor to good mental health, but it’s just one piece of the puzzle. Dietary changes won’t be sufficient for everyone and are not a substitute for other forms of treatment. If you’re struggling with symptoms of a mental health disorder, talk to a therapist or your family physician.


Healthy Gut, Healthy Mind: 5 Foods to Improve Mental Health

You’ve heard of eating well to improve heart health and reduce the risk of diabetes, high blood pressure, and certain cancers, but what about taking care of your mind? A few simple dietary changes may boost cognitive function and reduce symptoms of depression, anxiety, and other mental health disorders.

When most people think of boosting their brainpower, they think of learning something new or engaging in thought-provoking debate. As it turns out, one of the best ways to improve your mental health is through your gut. Like your brain, the gut has its own nervous system, which sends information to the brain via the vagus nerve. This helps explain why you might feel queasy when you’re nervous or stressed. Just as the brain impacts the gut, what we put in our gut can impact the functioning of the brain. Here are five foods that keep the mind working at its best.

1. Fatty Fish

The Standard American Diet is sorely deficient in omega-3 fatty acids, such as docosahexaenoic acid (DHA) and eicosapentaenoic acid (EPA), and high in trans fats and saturated fats, which have been shown to negatively affect the brain. Since our brains are made up largely of fat and our bodies cannot manufacture essential fatty acids, we have to rely on a diet rich in omega-3s to meet our daily needs.

In studies, foods high in omega-3 fatty acids, such as wild cold water fish (e.g., salmon, herring, sardines, and mackerel), seaweed, and chicken fed on flaxseed and walnuts, have been shown to reduce symptoms of schizophrenia, depression, attention deficit hyperactivity disorder, and other mental disorders. This is likely because of the effect omega-3s have on the production of neurotransmitters (brain chemicals responsible for our moods), including dopamine and serotonin. By supporting the synapses in the brain, omega-3s also boost learning and memory.

2. Whole Grains

The primary source of energy for the brain is glucose, which comes from carbohydrates. Simple carbohydrates exacerbate low mood by creating spikes in blood sugar, and have been shown to have effects on the brain similar to drugs of abuse. By contrast, complex carbs release glucose slowly, helping us feel full longer and providing a steady source of fuel for the brain and body. Healthy sources of complex carbohydrates include whole-wheat products, bulgur, oats, wild rice, barley, beans, and soy.

3. Lean Protein

The foods we eat are broken down into substances that are used to make neurotransmitters and other chemicals that allow different parts of the nervous system to communicate effectively with each other and the rest of the body. Next to carbohydrates, protein is the most abundant substance in the body. The amino acid tryptophan, a building block of protein, influences mood by producing the neurotransmitter serotonin.

Sometimes called nature’s Prozac, serotonin is associated with depression. Lean protein sources, including fish, turkey, chicken, eggs, and beans, help keep serotonin levels balanced. Even more important are complex carbohydrates, which actually facilitate the entry of tryptophan into the brain, reducing the symptoms of depression and anxiety and improving overall cognitive functioning.

4. Leafy Greens

Popeye was on to something with a diet high in spinach. Leafy greens such as spinach, romaine, turnip and mustard greens, and broccoli are high in folic acid, as are beets and lentils. Deficiencies in folate, as well as other B vitamins, have been linked with higher rates of depression, fatigue, and insomnia.

Broccoli also contains selenium, a trace mineral that plays an important role in our immune system functioning, reproduction and thyroid hormone metabolism. Some studies suggest that low levels of selenium contribute to depression, anxiety, and fatigue. Other sources of selenium include chicken, onions, seafood, walnuts and brazil nuts, and whole-grain products.

5. Yogurt with Active Cultures

Fermented foods, such as yogurt with active cultures, kefir, kimchi, tempeh, and certain pickled vegetables, contain probiotics (healthy bacteria) that have been shown in studies to reduce anxiety and stress hormones and affect the neurotransmitter GABA. By contrast, eating too many processed foods may compromise the delicate balance of healthy and unhealthy bacteria in the gut.

Today’s Choices Affect Tomorrow’s Welfare

Our modern diet is significantly different from that of our ancestors. We can blame busy lifestyles, food manufacturing and the affordability of processed foods, but most of us can make changes to counteract these influences for example, increasing our intake of fruits and vegetables, limiting processed foods that come from bags and boxes, and cooking meals from scratch.

Sadly, the genetic and environmental influences passed down by our ancestors, though far from perfect, were likely better than the ones we’re passing on to future generations. An emerging body of research is showing that the way we eat today not only affects our own health but also that of our children and grandchildren.

Nutrition is a key contributor to good mental health, but it’s just one piece of the puzzle. Dietary changes won’t be sufficient for everyone and are not a substitute for other forms of treatment. If you’re struggling with symptoms of a mental health disorder, talk to a therapist or your family physician.


Tonton videonya: Tanda Tubuh Stres Berlebihan (Desember 2021).